sajak Syed Qutb


Saudara,

Seandainya kau tangisi kematianku,

Dan kau sirami pusaraku dengan air matamu,

Maka di atas tulangku yang hancur luluh,

Nyalakanlah obor buat umat ini,

Dan teruskan perjuangan ke gerbang jaya.


Saudara,

Kematianku adalah satu perjalanan,

Mendapatkan kekasih yang sedang merindu,

Taman-taman syurgaNya bangga menerimaku,

Burung-burungNya berkicauan riang menyambutku,

Bahagialah hidupku di alam abadi,


Saudara,

Puaka kegelapan pasti akan hancur,

Dan alam ini akan disinari fajar lagi,

Biarlah rohku terbang mendapat rindunya,

Janganlah gentar berkelana di alam abadi,

Nun di sana, fajar sedang memancar.


Semangat Wanita




Rambutmu mengurai lembut

Mengikut alunan bayu angin
Wajahmu mengukir senyuman
Walau hati ditusuk sembilu
Namun langkahmu tetap gagah
Meniti hari-hari mendatang
Walau satu dunia menentangmu
Namun engkau tetap teguh menghadapinya.

Wahai wanita

Jangan engkau goyahkan langkahmu
Jangan engkau lemah semangatmu
Dan jangan engkau biarkan mereka terus menindasmu
Kita diciptakan untuk bersama
Bersama membangunkan bumi ini
Bersatu kita untuk dunia
Bukan untuk dipandang hina

Wahai wanita

Betapa hatimu kental menghadapi
Setiap bait-bait kata dilemparkan
Menghina, mencaci dan mengherdikmu
Namun ia bukanlah penghalang untuk engkau terus mencipta langkah

Wahai wanita

Kini tiba masanya untuk engkau bangkit
Bangkit dan terangilah dunia dengan obor semangatmu
Bersama kita menggegar dunia
Agar sejahtera hidup bersama

-----------------------------------------------------

(Hasil nukilan teman seperjuangan Nur Hanis Azrin & diubahsuai oleh Hidayatun Nadhirah)


Note: sajak ini merupakan salah satu tugasan kami (Pelajar Perakaunan Sem1) bagi subjek Kewarganegaraan & Kemasyarakatan Semester 1 di Universiti Sultan Zainal Abidin.


#alhamdulillah segalanya berjalan lancar. :)

Bangkitlah




Dalam melayari kehidupan ini, kekuatan diri perlu diperkukuhkan agar kau mampu terus berdiri. Berdiri dari jatuhmu. Kekuatan yang mengalir dalam diri engkau itu akan memampukan engkau  melakukan segalanya sehingga engkau merasakan jasad itu bukan lagi milik rohmu.